Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
INFORMASI Begini Cara Menghitung Tarif Pajak UMKM dengan Akurat
#1
Agus bukanlah orang baru dalam dunia kerajinan kayu berbahan dasar pohon jati. Sejak tahun 1999, ia telah menjadi pengusaha furniture namun usahanya tersebut mendadak lesu setelah 13 tahun berjalan. Di tahun 2012, ia mulai kesulitan mendapatkan orderan belum lagi dengan kesulitan bahan baku pohon jati yang semakin sulit ditemukan. Jika ada, harganya sudah pasti sangat mahal.
Semenjak saat itu, ia mulai mengubah model bisnisnya yakni menjadi produk seni. Dengan membuat hiasan, Agus hanya membutuhkan sisa-sisa pohon jati dengan kata lain bahan dasar yang digunakan tidak terlalu banyak. Hasilnya, kini ia mampu meraih omset mencapai ratusan juta rupiah perbulan.
Agus bukanlah satu-satunya pelaku UMKM yang berhasil sukses dengan usahanya sendiri. Setidaknya, hingga akhir 2018, jumlah Usaha Kecil Menengah di Indonesia sudah mencapai 59 juta dan akan terus bertambah. Berkembangnya teknologi digital  semakin mempermudah akses mereka dalam memasarkan produknya.
UMKM di Indonesia juga ikut andil dalam pemasukkan negara. Setiap pelaku usaha harus membayarkan tarif pajak UMKM yang telah ditentukan oleh pemerintah yakni 0,5%. Angka tersebut sudah turun dari yang sebelumnya 1%. Lantas, apa sebenarnya Pajak UMKM dan bagaimana cara menghitungnya?

Tarif Pajak UMKM

Tarif pajak UMKM merupakan kewajiban yang harus dibayarkan pelaku usaha dalam setiap bulannya. Semua pemilik usaha yang memiliki pendapatan bruto 4,8 miliar pertahunnya terdaftar sebagai Wajib Pajak. Namun, ada beberapa klasifikasi yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu:

1. Usaha Mikro/ Industri Rumah Tangga
Jenis ini dimiliki oleh pelaku usaha atau badan usaha yang skalanya masih kecil. Persyaratan yang harus dilengkapi adalah oleh para pemilik Usaha Mikro adalah:
- Karyawan kurang dari empat orang.
- Aset kekayaan bersih lebih dari 50 juta rupiah.
- Pendapatan bruto lebih dari 300 juta rupiah setiap tahunnya.


2. Usaha Kecil 
Hampir mirip dengan Usaha Mikro namun jenis ini memiliki struktur yang lebih lengkap dan pendapatan yang juga lebih besar. Persyaratan untuk Wajib Pajaknya adalah:
- Karyawan mencapai 5-19 orang.
- Memiliki aset kekayaan 50 juta hingga 500 juta rupiah.
- Total pendapatan bruto yang didapatkan setiap tahunnya 300 juta hingga 2,5 miliar.


3. Jenis Usaha Menengah
Bisnis yang sudah mulai berkembang dan telah memiliki beberapa cabang namun belum bisa dikategorikan besar karena pendapatannya belum lebih dari 10 miliar rupiah.
- Mempunyai karyawan total 20-99 orang.
- Aset kekayaannya 500 juta rupiah hingga 10 miliar rupiah.
- Pendapatan bruto mulai dari 2,5 miliar hingga 50 miliar rupiah.


4. Jenis Usaha Besar
Bisnis yang telah berbentuk badan usaha yang besar dan memiliki karyawan dan pendapatan lebih banyak dibandingkan jenis-jenis usaha sebelumnya.
- Total karyawan lebih dari 100 orang.
- Kekayaan bersih lebih dari 10 miliar rupiah.
- Pendapatan pertahun lebih dari 50 miliar rupiah.

Jika jenis usaha yang kamu geluti memiliki pendapatan lebih dari 4,8 miliar rupiah dalam satu tahun, kamu wajib membayarkan pajak UMKM sebanyak 0,5%. Hal tersebut sudah tertuang dalam UU No. 46 tahun 2013. Sebelumnya, tarif pajak UMKM adalah 1% namun di tahun 2018 lalu, pemerintah resmi menguranginya.

Jika kamu mau menghitung pajak UMKM bisnis kamu, silahkan gunakan rumus ini.

Quote:
"Rumus= Omset perbulan x tarif PPh UMKM"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)